Monday, October 19, 2015

Definisi Etika dan Bisnis Sebagai Sebuah Profesi

1.     Hakikat Etika Bisnis

Menurut Drs. O.P. Simorangkir bahwa hakikat etika bisnis adalah menganalisis atas asumsi-asumsi bisnis, baik asumsi moral maupun pandangan dari sudut moral. Karena bisnis beroperasi dalam rangka suatu sistem ekonomi, maka sebagian dari tugas etika bisnis hakikatnya mengemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang sistem ekonomi yang umum dan khusus, dan pada gilirannya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentang tepat atau tidaknya pemakaian bahasa moral untuk menilai sistem-sistem ekonomi dan struktur bisnis.

2. Definisi Etika dan Bisnis
a. Definisi Etika
berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

b. Definisi Bisnis
kata bisnis berasal dari bahasa Inggris yaitu business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, yaitu kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu. Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa.


3. Etiket, Moral, Hukum, dan Agama
Etiket, moral, hukum dan agama merupakan hal yang berkaitan di dalam masyarakat. Namun keempat hal diatas memiliki perbedaan yang jelas.
Perbedaan antara etika dan etiket adalah sebagai berikut :
Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Diantara beberapa cara yang mungkin, etiket menunjukkan cara yang tepat, artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam suatu kalangan tertentu.
Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan. Etika menyangkut pilihan yaitu apakah perbuatan boleh dilakukan atau tidak.
Etiket hanya berlaku dalam pergaulan. Bila tidak ada saksi mata, maka maka etiket tidak berlaku.
Etika selalu berlaku meskipun tidak ada saksi mata, tidak tergantung pada ada dan tidaknya seseorang.
Etiket bersifat relatif artinya yang dianggap tidak sopan dala suatu kebudayaan, isa saja diangap sopan dalam kebudayaan lain.
Etika jauh lebih bersifat absolut. Prinsip-prinsipnya tidak dapat ditawar lagi.
Etiket hanya memadang mausiadari segi lahiriah saja.
Etika menyangkut manusia dari segi dalam. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.

Kemudian adanya perbedaan antara moral dan hukum. Sebenarnya ataa keduanya terdapat hubungan yang cukup erat. Karena anatara satu dengan yang lain saling mempegaruhi dan saling membutuhkan. Kualitas hukum ditentukan oleh moralnya. Karena itu hukum harus dinilai/diukur dengan norma moral. Undang-undang moral tidak dapat diganti apabila dalam suatu masyarakat kesadaran moralnya mencapai tahap cukup matang. Secaliknya moral pun membutuhkan hukum, moral akan mengambang saja apabil atidak dikukuhkan, diungkapkan dan dilembagakan dalam masyarakat. Dengan demikian hukum dapat meningkatkan dampak sosial moralitas.

Walaupun begitu tetap saja antara Moral dan Hukum harus dibedakan. Perbedaan tersebut antara lain :
Hukum bersifat obyektif karena hukum dituliskan dan disusun dalam kitab undang-undang. Maka hkum lebih memiliki kepastian yang lebih besar.
Norma bersifat subyektif dan akibatnya seringkali diganggu oleh pertanyaan atau diskusi yang menginginkan kejelasan tentang etis dan tidaknya.
Hukum hanya membatasi ruang lingkupnya pada tingkah laku lahiriah manusia saja.
Sedangkan moralitas menyangkut perilaku batin seseorang.
Sanksi hukum bisanya dapat dipakasakan.
Sedangkan sanksi moral satu-satunya adalah pada kenyataan bahwa hati nuraninya akan merasa tidak tenang.
Sanksi hukum pada dasarnya didasarkan pada kehendak masyarakat.
Sedangkan moralitas tidak akan dapat diubah oleh masyarakat

Selanjutnya ada perbedaan etika dan agama. Etika mendukung keberadaan Agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah.Perbedaan antara etika dan ajaran moral agama yakni etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional. Sedangkan Agama menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada wahyu Tuhan dan ajaran agama.
Terakhir adalah perbedaan etika dan moral. Etika lebih condong kearah ilmu tentang baik atau buruk. Selain itu etika lebih sering dikenal sebagai kode etik. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan atau nilai yang berkenaan dengan baik buruk.

Dua kaidah dasar moral adalah :
Kaidah Sikap Baik. Pada dasarnya kita mesti bersikap baik terhadap apa saja. Bagaimana sikap baik itu harus dinyatakann dalam bentuk yang kongkret, tergantung dari apa yang baik dalam situasi kongkret itu.
Kaidah Keadilan. Prinsip keadilan adalah kesamaan yang masih tetap mempertimbangkan kebutuhan orang lain. Kesamaan beban yang terpakai harus dipikulkan harus sama, yang tentu saja disesuaikan dengan kadar angoota masing-masing.

4. Klasifikasi Etika

Secara umum etika dapat diklasifikasikan menjadi :

a. Etika Deskriptif

Yaitu etika dimana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku manusia dalam mengejar tujuan hidupnya sebagaimana adanya. nilai dan pola perilaku manusia sebagaimana adanya ini tercermin pada situasi dan kondisi yang telah membudaya di masyarakat secara turun menurun.

b.Etika Normatif

Yaitu sikap dan perilaku manusia atau masyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakatu. Ada tuntutan yang menjadi acuan bagi umum atau semua pihak dalam menjalankan perikehidupannya.

c. Etika Deontologi

Yaitu Etika yang dilaksanakan dengan didorong oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang atau pihak lain dari pelaku kehidupan. Bukan dilihat dari akibat dan tujuan yang ditimbulkan oleh sesuatu kegiatan atau aktivitas. Sesuatu aktivitas dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain secara sepihak.


d. Etika Teologi

Yaitu yang diukur dari apa yang dicapai oleh pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya sesuatu yang akan dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait, maupun dilihat dari kepentingan semua pihak. Dalam etika ini dikelompokkan dua maxam yaitu egoisme, yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain mungkin tidak baik. sedangkan tika yang lain adalah utilitarianisme, yaitu etika yang baik bagi semua pihak. Artinya semua pihak yang terkait langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh yang baik.

e. Etika Relatifisme

Yaitu etika yang dipergunakan dimana mengandung perbedaan kepentingan antara kelompok parsial dan kelompok universal atau global. Etika ini hanya berlaku bagi kelompok parsial, misalnya etika yang sesuai dengan adat istiadat lokal, regional dan konvensi, dan lain-lain. Dengan demikian tidak berlaku bagis semua pihak atau masyarakat yang bersifat global.

5. Konsepsi Etika

Secara etimologis, etika adalah ajaran tentang baik buruk, yang diterima umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban dan sebagainya. Pada hakikatnya moral menunjuk pada ukuran-ukuran yang telah diterima oleh suatu komunitas, sementara etika umumnya lebih dikaitkan dengan prinsip-prinsip yang dikembangkan di pelbagai wacana etika. Akhir-akhir ini istilah etika mulai digunakan secara bergantian dengan filsafat moral sebab dalam banyak hal, filsafat moral juga mengkaji secara cermat prinsip-prinsip etika.


Etika memiliki teori-teori sebagi berikut :

a. Utilitarianisme

Utilitarianisme menyatakan bahwa suatu tindakan diangap baik bila tindakan ini meningkatkan derajat manusia. Penekanan dalam utilitarianisme bukan pada memaksimalkan derajat pribadi, tetapi memaksimalkan derajat masyarakat secara keseluruhan. Dalam implementasinya sangat tergantung pada pengetahuan kita akan hal mana yang dapat memberikan kebaikan terbesar. Seringkali, kita tidak mungkin benar-benar mengetahui konsekuensi tindakan kita sehingga ada resiko bahwa perkiraan terbaik bisa saja salah.

b. Analisis Biaya-Keuntungan (Cost-Benefit Analysis)

Pada dasarnya, tipe analisis ini hanyalah satu penerapan utilitarianisme. Dalam analisis biaya-keuntungan, biaya suatu proyek dinilai, demikian juga keuntungannya. Hanya proyek-proyek yang perbandingan keuntungan terhadap biayanya paling tinggi saja yang akan diwujudkan. Bila dilihat dari teorinya, sangatlah mudah untuk menghitung biaya dan keuntungan, namun dalam penerapannya bukan hanya hal-hal yang bersifat materi saja yang perlu diperhitungkan melainkan hal-hal lahir juga perlu diperhatikan dalam mengambil keputusan.

c. Etika Kewajiban dan Etika Hak

Etika kewajiban (duty ethics) menyatakan bahwa ada tugas-tugas yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apakah tindakan ini adalah tindakan terbaik. Sedangkan, etika hak (right-ethics) menekankan bahwa kita semua mempunyai hak moral, dan semua tindakan yang melanggar hak ini tidak dapat diterima secara etika.
Etika kewajiban dan etika hak sebenarnya hanyalah dua sisi yang berbeda dari satu mata uang yang sama. Kedua teori ini mencapai akhir yang sama; individu harus dihormati, dan tindakan dianggap etis bila tindakan itu mempertahankan rasa hormat kita kepada orang lain. Kelemahan dari teori ini adalah terlalu bersifat individu, hak dan kewajiban bersifat individu. Dalam penerapannya sering terjadi bentrok antara hak seseorang dengan orang lain.

d. Etika Moralitas

Pada dasarnya, etika moralitas berwacana untuk menentukan kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral). Etika moral lebih bersifat pribadi, namum moral pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. Jika perilaku seseorang dalam kehidupan pribadinya bermoral, maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga akan bermoral.

Sumber :
http://dedifahradi.blogspot.co.id/2011/06/hakikat-etika-bisnis.html
http://erniritonga123.blogspot.co.id/2010/01/definisi-etika.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis
http://etika-kita.blogspot.co.id/2008/04/perbedaan-pengertian-etika-etiket-moral.html
http://ginacha.blogspot.co.id/2014/11/klasifikasi-etika-secara-umum.html
https://adityaanggar.wordpress.com/2008/10/26/konsep-etika/

Monday, June 8, 2015

Tugas Makalah Masalah Sosial Bahasa Indonesia 2 #

BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang Masalah
Dalam konteks ini, tolok-ukur suatu masalah layak disebut sebagai masalah sosial atau tidak, akan sangat ditentukan oleh nilai-nilai dan/atau norma-noma sosial yang berlaku dalam komunitas itu sendiri. Oleh karena itu, pernyataan sesuai atau tidaknya suatu masalah itu dengan nilai-nilai dan/atau norma-norma sosial harus dikemukakan oleh sebagian besar (mayoritas) dari anggota komunitas. Berbagai masalah sosial di Indonesia akan tetap ada, tumbuh dan/atau berkembang sesuai dengan dinamika komunitas itu sendiri.

1.2. Identifikasi Masalah
1) Narkoba
2) Korupsi
3) Disorganisasi keluarga


1.3. Tujuan Pembuatan Makalah
1) Sebagai tugas Bahasa Indonesia 2.
2) Sebagai bahan referensi pengetahuan tentang masalah sosial.
3) Sebagai pengenalan terhadap pola hidup sosial.
4) Sebagai antisipasi terhadap masalah sosial itu sendiri.
5) Untuk menindaklanjuti masalah sosial yang terjadi di seputar kita.





BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Setiap orang memiliki kecenderungan untuk melakukan perilaku menyimpang dari jalur yang telah ditentukan berdasarkan norma hukum yang berlaku dalam masyarakat untuk mencapai tujuannya. Penyimpangan perilaku ini, semata-mata didorong oleh nilai-nilai sosial budaya yang dianggap berfungsi sebagai pedoman berperikelakuan setiap manusia didalam hidupnya. Jadi kelakuan yang menyimpang itu akan terjadi apabila manusia memiliki kecenderungan untuk lebih mementingkan suatu nilai sosial budaya dari pada kaidah-kaidah yang ada untuk mencapai cita-citanya. Berpudarnya pegangan orang pada kaidah-kaidah , menimbulkan keadaan yang tidak stabil dan keadaan tanpa kaidah-kaidah. Hal ini berhubungan erat dengan teori anomie Durkheim, dimana menimbulkan mentalitas menerabas yang pada hakekatnya menimbulkan sikap untuk mencapai tujuan secepatnya tanpa banyak berusaha dan berkorban dalam arti mengikuti langkah-langkah atau kaidah kaidah yang ditentukan. Berkaitan dengan teori diatas, setiap orang yang berperilaku di luar kaidah-kaidah yang telah disepakati bersama, dianggap sebagai melawan kaidah tersebut atau tindakkan menerabas, yaitu melakukan jalan pintas di luar kaidah yang ada untuk mencapai tujuan dengan cepat. Munculnya perilaku menyimpang ini disebabkan oleh kaidah kaidah yang ada tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga mendorong orang untuk mengembangkan konsepsi-konsepsi abstrak yang ada dalam pikirannya untuk mencapai tujuannya atau mencari identitas diri tanpa memperhitungkan dampak negatifnya.

Sunday, April 19, 2015

Deskripsi Berdasarkan Fakta di Sekitar Jalan Margonda Raya

Nama    : Dhymas Wicaksono
NPM    : 12212010
Kelas    : 3EA13
Objek    : RSU Bunda Margonda

RSU Bunda Margonda adalah rumah sakit swasta di kota Depok,Jawa Barat. Rumah sakit ini dibangun pada tahun 2005 diatas tanah seluas 2.080 meter persegi. Rumah Sakit ini terdiri dari 4 Lantai. RSU Bunda berlokasi di Jalan Margonda Raya. Letak rumah sakit ini sangat strategis, karena terletak di jalan utama kota dan di sekitar rumah sakit terdapat apartemen Margonda Residence. Sehingga memudahkan akses bagi masyarakat untuk berobat. RSU Bunda Margonda merupakan rumah sakit yang dinaungi oleh Bundamedik Helathcare System, yaitu sebuah grup yang mengelola rumah sakit di beberapa daerah, Seperti RSIA Bunda Jakarta, RSUC BMC Padang.

RSU Bunda Margonda merupakan salah satu rumah sakit swasta terbesar di kota depok. RS Bunda selalu mengedepankan pelayanan terbaik kepada pasien. Pelayanan yang terdapat pada rumah sakit ini yaitu rawat jalan, rawat inap, unit gawat darurat 24 Jam, Apotek 24 Jam, ICU, laparoscopy, CT scan, neonatal intensive care unit, dan fasilitas lain yang berstandar internasional.

Saturday, March 28, 2015

Fakta Sebagai Unsur Dasar Penalaran Ilmiah

Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).Sedangkan hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Penalaran ada dua jenis, antara lain :

1.Penalaran Deduktif
deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.Penalaran deduktif menggunakan bentuk bernalar deduksi. Deduksi yang berasal dari kata de dan ducere, yang berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum atau universal. Perihal khusus tersebut secara implisit terkandung dalam yang lebih umum. Maka, deduksi merupakan proses berpikir dari pengetahuan universal ke singular atau individual.
Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut. Artinya, apa yang dikemukakan dalam kesimpulan sudah tersirat dalam premisnya. Jadi, proses deduksi sebenarnya tidak menghasilkan suatu konsep baru, melainkan pernyataan atau kesimpulan yang muncul sebagai konsistensi premis-premisnya.
Contoh klasik dari penalaran deduktif:
Semua manusia pasti mati (premis mayor)
Sokrates adalah manusia. (premis minor)
Sokrates pasti mati. (kesimpulan)
Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif.

2. Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi.
Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Generalisasi adalah proses berpikir berdasarkan hasil pengamatan atas sejumlah gejala dan fakta dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.
Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin.)
Bola biliar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak.)
untuk membedakan preposisi umum seperti:
Semua es dingin.
Semua bola biliar bergerak ketika didorong tongkat.
Induksi kuat:
Semua burung gagak yang kulihat berwarna hitam.
Induksi lemah:
Aku selalu menggantung gambar dengan paku.
Banyak denda mengebut diberikan pada remaja.
Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.
Ada tiga jenis penalaran induktif :

A. Generalisasi

Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
Contoh penakaran Generalisasi;
Pemakaian bahasa Indonesia di seluruh daerah di Indonesia dewasa ini belum dapat dikatak seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihat dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa Indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.

B. Analogi

Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Kita dapat menarik kesimpulan bahwa jika sudah adapersamman dalam berbagai segi, ada persamaan pula dalam bidang yang lain.
Contoh penalaran Analogi:
Kita banyak tertarik dengan planet Mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dsan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atmosfer seperti bumi. Temperaturnya hampir sama dengan temperatur Bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada juga. Caranya beredar mengelilingi matahari meyebabkan pula timbulnya musim seperti di Bumi. Jika di bumi ada makhluk hidup, tidakkah mungkin ada makhluk hidup di planet Mars.

C. Hubungan Sebab Akibat

Hubungan sebab akibat dimulai dari beberapa fakta yang kita ketahui. Dengan m,enghubungkan fakta yang satu dengan fakta yang lain, dapatlah kita sampai kepada kesimpulan yang menjadi sebab dari fakta itu atau dapat juga kita sampai kepada akibat fakta itu.
Contoh penalaran hubungan akibat sebab:
Dewasa ini kenakalan remaja sudah menjurus ke tingkat kriminal. Remaja tidak hanya terlibat dalam perkelahian-perkelahian biasa, tetapi sudah berani menggunakan senjata tajam. Remaja yang telah kecanduan obat-obat terlarang tidak segan-segan merampok bahkan membunuh. Hal ini selain disebabkan kurangnya oerhatian dari orang tua dan pengaruh masyarakat, pengaruh televisi dan film cukup besar.

Salah Nalar
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai, yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas, pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilan konklusi pasangan.


Terdapat 2 macam salah nalar, antara lain :

A. Kesalahan deduktif
- Dalam cara berpikir deduktif kesalahan yang biasa terjadi ialahkesalahan premis mayor yang tidak dibatasi.
- Kesalahan term ke empat. Dalam hal ini term tengah dalam premis minor tidak merupakan bagian dari term mayor pada premis mayor atau memang tidak ada hubungan antara kedua pernyataan.
- Kerap terjadi kesalahan berupa kesimpulan terlalu luas / kesimpulan lebih luas daripada premis. Premis mayor partikular dan kesimpulan merupakan universal.
- Kesalahan deduktif selanjutnya ialah kesimpulan dari  premis-premis negatif.

B. Kesalahan induktif
- Generalisasi terlalu luas.
- Hubungan sebab akibat yang tidak memadai. Hal ini mungkin terjadi karena suatu akibat dihubungkan dengan penyebab berdasarkan kepercayaan atau takhayul atau kaena penulis atau pembaca menganggap suatu kontribusi sebagai penyebab utamanya.
- Kesalahan analogi. Kesalahan ini terjadi bila dasar analogi induktif yang dipakai tidak merupakan ciri esensial kesimpulan sarjana biologi berdasarkan persamaan sistem pencernaannya, merupakan contoh kesalahan analogi. Dasar analoginya (sistem pencernaan) tidak merupakan ciri esensial dari kesimpulan (dapat dididik menjadi sarjana).

KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi. Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Sedangkan penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.

Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://itachristianna.blogspot.com/2013/04/bahasa-indonesia-penalaran-deduktif-dan.html
http://www.perkuliahan.com/makalah-kalimat-deduktif-induktif-bahasa-indonesia/#ixzz1pRmbONbr

Monday, November 17, 2014

Keluarga Bagi Hidup Saya


Keluarga adalah orang yang paling dekat dengan kehidupan kita. Tanpa adanya keluarga, hidup kita akan terasa hampa dan sunyi. Keluarga sangat berperan penting dalam perkembangan hidup kita. Karena dari keluargalah kita mendapatkan kasih sayang, perhatian, motivasi hidup dan pembentukan kepribadian dalam diri kita.
    Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pentingnya keluarga bagi hidup saya.
    Keluarga bagi saya merupakan segalanya. Karena dari keluargalah saya pertama kali mendapatkan hal positif dalam hidup seperti motivasi belajar, motivasi hidup, pembentukan kepribadian, kasih sayang dan nasihat yang membangun diri saya agar menjadi pribadi yang lebih baik. Dan keluargalah yang mendorong saya kuliah di pulau Jawa agar saya hidup mandiri dan terbiasa dengan rutinitas yang sangat padat.
    Meskipun saat ini saya jauh dari keluarga, keluarga tetap berperan dalam menunjang kehidupan saya selama kuliah. Keluarga tetap memotivasi dan memberikan pesan agar saya kuliah dengan baik dan menjaga diri selama jauh dari keluarga. Karena keluarga saya berharap bahwa saya harus berhasil dalam kehidupan dan dapat menjadi kebanggan keluarga di masa depan.
    Demikian kisah mengenai peranan keluarga di dalam kehidupan saya.

Monday, October 20, 2014

Soulmate

    Pada kesempatan kali ini,saya akan bercerita tentang soulmate.Saya mempunyai dua orang soulmate.Mereka adalah Aryo Ramadhan Saputro dan Denny Prasetyo Pasomba.Mereka berdua adalah mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan Teknik Arsitektur.Awal perkenalan saya dengan mereka adalah pada saat saya satu kostan dengan mereka.pada awalnya saya menilai mereka biasa-biasa saja.Tetapi setelah saya berinteraksi dengan mereka,mereka orangnya asik juga.Malah diluar dugaan saya,mereka suka membuat lelucon-lelucon yang bisa mengocok perut.

    Saat masih satu kostan,kami saling mengingatkan,saling membantu bila salah satu diantara kita mengalami kesusahan.Misalnya sakit,butuh pertolongan dalam hal lain,dan sebagainya.Kami hampir selalu menghabiskan kegiatan di kostan secara bersama-sama.Mulai dari makan bersama,mengerjakan tugas kampus bersama meskipun tugas kami sangat jauh berbeda,nonton bola bareng,canda tawa,sampai jalan-jalan malam sambil melepas penat.

    Selain itu,saya juga sering bertukar pikiran dengan mereka.Baik itu dalam hal perkuliahan ataupun hal-hal yang berbau kehidupan sehari-hari.Kami juga saling terbuka dengan hal-hal yang berbau anak muda,seperti percintaan,masalah wanita,kenakalan masa lalu,dan kenangan semasa sekolah.

    Di dalam pertemanan ini kami jarang berselisih.Meskipun ada terselip sedikit perselisihan,tetapi hal tersebut cepat selesai.Dan suasana pun kembali cair.Sepanjang hari kami selalu bercanda,saling melempar lelucon.Membuat hari-hari saya menjadi berwarna bersama mereka.

    Kami selalu menghabiskan akhir pekan dengan beberes kamar.apabila saya membereskan kamar,mereka ikut membantu.Begitu juga sebaliknya.Setelah itu,kami pergi jalan-jalan yang tempatnya tidak direncanakan.Lalu kami bersantai sambil ngobrol mengenai segala hal.

    Waktupun berlalu.Pada suatu hari,saya pindah kostan hanya karena pemilik kostan yang lama suka bertindak tidak baik.Saya hanya melihat dari aspek itu.Tetapi saya tidak memikirkan dua teman saya yang setiap hari selalu membuat hidup saya berwarna.Pada saat saya pamitan mau pindah kostan,kedua teman saya kaget.Saya tahu mereka pasti kecewa dengan sikap saya.Tetapi saya sudah membuat keputusan kalau saya ingin pindah.Setelah pamit,saya lalu pergi meninggalkan mereka.

    Pada minggu pertama di kostan baru,saya biasa-biasa saja.tetapi lama-kelamaan,saya merasa jenuh.Karena saya terbiasa dengan kehidupan yang penuh dengan canda tawa.Saya sempat merenungkan apa yang sudah saya perbuat terhadap kedua teman saya.Setelah semalaman saya merenung,esok harinya saya bbm kedua teman saya karena saya ingin bertemu mereka.Dan pada hari itu juga,kami bertemu.Disaat bertemu,saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada mereka.Karena saya sudah meninggalkan mereka karena suatu hal yang saya tanggapi dengan emosi.Memang ini kesalahan saya.Tapi hal ini seharusnya tidak terjadi jika saya bisa berpikir lebih jernih.

    Setelah bertemu,kami pulang ke kediaman masing-masing untuk melanjutkan aktivitas.Selepas pertemuan itu,saya berjanji untuk selalu tetap berkomunikasi dengan mereka bila ada waktu,dan mengunjungi mereka bila ada waktu luang.

    Setelah sekian lama,kami tetap saling komunikasi,saling mengunjungi,dan canda tawa yang dahulu kami lakukan masih tetap sampai sekarang.

    Demikian kisah soulmate dalam kehidupan saya.Semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari kisah ini.


“JANGAN MENINGGALKAN SAHABATMU KARENA SUATU HAL.JIKA KAU MENIGGALKANNYA,MAKA SUASANA HIDUPMU TAK SEINDAH KETIKA ENGKAU MASIH BERSAMA MEREKA”

Sunday, October 19, 2014

Perilaku Konsumen (Review Jurnal Mengenai Perilaku Konsumen)

PENDAHULUAN

    Jika kita membahas mengenai perilaku konsumen,maka akan terpikir bagaimana implikasinya terhadap langkah-langkah strategi pemasaran.Dalam artian lain,mempelajari perilaku konsumen bertujuan untuk mengetahui dan memahami aspek-aspek yang ada pada konsumen.Aspek-aspek ini digunakan untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif.

    Dalam konsep pemasaran,konsumen djiadikan sentra perhatian.Setidaknya ada dua alasan mengapa perilaku konsumen harus dipelajari:
Pertama,konsumen adalah sentral titik perhatian pemasaran.Misalnya ketika pemasar merupakan sebagian kecil dari suatu populasi,dan memiliki karakteristik yang khusus,maka upaya-upaya pemasaran produk bisa diarahkan dan difokuskan ke kelompok tersebut.
Kedua,keadaan pada saat ini menunjukkan bahwa lebih banyak produk yang ditawarkan daripada permintaan.Kelebihan penawaran ini menyebabkan banyak produk yang tidak laku atau tidak digunakan oleh konsumen.Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor,seperti kualitas barang yang tidak layak,tidak memenuhi ekspektasi konsumen,dan konsumen tidak mengetahui keberadaan produk tersebut.

    Selain itu,mempelajari perilaku konsumen memberikan beberapa manfaat.Menurut Mowen (1995),manfaat mempelajari perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
1.Membantu para manajer dalam mengambil keputusan (Decision Making)
2.Memberikan pengetahuan kepada peneliti pemasaran dengan dasar pengetahuan analisis konsumen
3.Membantu legislator dan regulator dalam menentukan hukum dan peraturan mengenai pembelian dan penjualan barang/jasa
4.Membantu konsumen dalam menentukan keputusan pembelian yang terbaik

    Perilaku konsumen dalam memilih dan membeli tidak terlepas dari suatu produk yang akan dibeli.Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan,diminta,dicari,digunakan,atau dikonsumsi sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.

SEGMENTASI PASAR dan ANALISA DEMOGRAFI

    Segmentasi pasar merupakan suatu langkah awal pemasaran untuk mengkategorikan konsumen yang ada di pasar dan memilih salah satu dari kategori tersebut untuk dijadikan target pemasaran.

Manfaat dari segmentasi pasar sendiri adalah sebagai berikut:
1.Untuk mengidentifikasi pengembangan produk baru
2.Membantu mendesain program pemasaran yang paling efektif
3.Memperbaiki strategi sumber daya pemasaran

    Selain itu,segmentasi pasar juga memiliki beberapa kelemahan,antara lain:
1.Biaya produksi akan lebih tinggi,karena jangka waktu proses produksi lebih pendek
2.Biaya penelitian akan bertambah searah dengan banyaknya segmen pasar yang ditetapkan
3.Biaya promosi menjadi lebih tinggi,ketika beberapa media tidak memberikan diskon
4.Kemungkinan akan menghadapi kompetitor yang menetapkan segmen serupa.

Jenis-Jenis Segmentasi

1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi,seperti negara,propinsi,kabupaten,kota,wilayah,daerah atau kawasan.
2.Segmentasi Demografi
Segmentasi ini membagi pasar berdasarkan umur,jenis kelamin,jumlah anggota keluarga,siklus kehidupan seperti anak-anak,remaja,dewasa,kawin/belum kawin,dsb.Dapat juga berorientasi pada tingkat penghasilan,pendidikan,jenis pekerjaan,pengalaman,agama,dan keturunan.
3.Segmentasi Psikografi
Segmentasi ini membagi pembeli berdasarkan kelompok-kelompok,yaitu status sosial,gaya hidup,dan kepribadian.
4.Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi ini mengelompokkan pembeli berdasarkan pengetahuan,sikap,penggunaan atau reaksi terhadap suatu produk.

Analisa Demografi

    Analisa demografi bertujuan untuk mengetahui trend demografis produk yang dipasarkan.Data dalam demografi pemasaran terdiri dari usia,ras,jenis kelamin,pekerjaan,pendapatan,mobilitas,kepemilikan rumah,lokasi,status,dan tingkat pendidikan.Jika deomgrafi konsumen telah dilakukan,maka langkah yang selanjutnya dilakukan adalah melakukan analisa demografi.

    Analisa demografi memiliki bebebrapa manfaat,antara lain:
1.Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu
2.Menjelaskan pertumbuhan penduduk pada masa lalu,kecenderungannya,dan persebaran dengan sebaik-baiknya dengan data yang ada
3.Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan aspek organisasi sosial,ekonomi,budaya,lingkungan,dan lain-lain
4.Memprediksikan pertumbuhan penduduk pada masa yang akan datang dan kemungkinan konsekuensinya

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN

    Seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan,yaitu:
1.Pengenalan Masalah
Pembelian produk yang dilakukan konsumen adalah solusi atas permasalahan yang dihadapinya.Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul,konsumen tidak dapat menentukan produk apa yang harus ia beli
2.Pencarian Informasi
Setelah si konsumen memahami masalah yang ada,konsumen akan mencari informasi untuk menyelesaikan masalah yang ada melalui memori internal dan pengalaman orang lain
3.Mengevaluasi Alternatif
Setelah mendapatkan informasi,konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk menyelesaikan permasalahan yang ada
4.Keputusan Pembelian
Setelah konsumen melakukan evaluasi alternatif yang ada,maka konsumen akan melakukan keputusan pembelian.Terkadang waktu yang diperlukan antara membuat keputusan dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama karena adanya hal-hal yang perlu dipertimbangkan
5.Evaluasi Pasca Pembelian
    Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen apakah produk tersebut sesuai dengan ekspektasinya.Dalam hal ini,terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen

    Keputusan digolongkan sebagai berikut:
1.Keputusan terprogram/terstruktur,yaitu keputusan yang berulang-ulang dan rutin.Contoh:Pemesanan barang,keputusan penagihan piutang,dll
2.Keputusan setengah terprogram,yaitu keputusan yang sebagian bisa diprogram,dan sebagian tidak terprogram.Keputusan ini biasanya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan serta analisis yang terperinci.Contoh:Keputusan membeli sistem komputer yang lebih canggih
3.Keputusan tidak terprogram,yaitu keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi.

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN dan SETELAH PEMBELIAN

1.Kriteria Evaluasi
   
    Kriteria evaluasi adalah atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternatif-alternatif pilihan.Kriteria ini muncul dalam banyak bentuk.Misalnya,dalam membeli mobil konsumen akan mempertimbangkan beberapa faktor seperti keselamatan,keandalan,harga,nama merk,negara asal,garansi,dan pemakaian bensin per kilometer.Konsumen mungkin mempertimbangkan kriteria lainnya seperti prestise,status,kegairahan dan kesenangan.

2.Penentuan Alternatif Pilihan

    Konsumen tidak hanya memutuskan kriteriayang digunakan dalam evaluasi alternatif,tetapi juga menentukan alternatif-alternatif yang darinya dibuat.Dalam penentuan alternatif pilihan,terdapat beberapa pertimbangan,yaitu:
1)Menyusun perangkat pertimbangan
2)Pengaruh dari perangkat pertimbangan

3.Menaksir Alternatif Pilihan

1)Pemakaian pengisolasian,yaitu pembatasan untuk nilai atribut yang dapat diterima.Salah satu contohnya adalah harga.Konsumen memiliki cakupan hargayang sudah ditetapkan.jika harga diluar cakupan,maka konsumen tidak mau menerima
2)Pemakaian Isyarat.Dalam hal ini,konsumen menggunakan harga sebagai isyarat kualitas dan tidak bersedia menggunakan produk berkulaitas rendah.

4.Menyeleksi Aturan Pengambilan Keputusan

1)Kaidah keputusan non kompensasi:diartikan dengan kenyataan bahwa kelemahan suatu produk tidak dapat diimbangi oleh kekuatan pada produk yang lain.Jenis kaidah non kompensasi adalah leksikografik,penghapusan menurut aspek dan konjungtif
2)Kaidah keputusan kompensasi:dalam strategi kompensasi,kelemahan didasarkan pada suatu produk diimbangi atau dikompensasikan oleh kekuatan yang dirahasiakan pada produk lain.Jenis kaidah kompensasi adalah penambahan sederhana dan penambahan tertimbang
3)Kaidah keputusan konstruktif:Konsumen mengembangkan kaidah keputusan konstruktif dengan menggunakan operasi pemrosesan dasar yang ada di dalam ingatan yang dapat menampung situasi pilihan bersangkutan.