Sunday, April 19, 2015

Deskripsi Berdasarkan Fakta di Sekitar Jalan Margonda Raya

Nama    : Dhymas Wicaksono
NPM    : 12212010
Kelas    : 3EA13
Objek    : RSU Bunda Margonda

RSU Bunda Margonda adalah rumah sakit swasta di kota Depok,Jawa Barat. Rumah sakit ini dibangun pada tahun 2005 diatas tanah seluas 2.080 meter persegi. Rumah Sakit ini terdiri dari 4 Lantai. RSU Bunda berlokasi di Jalan Margonda Raya. Letak rumah sakit ini sangat strategis, karena terletak di jalan utama kota dan di sekitar rumah sakit terdapat apartemen Margonda Residence. Sehingga memudahkan akses bagi masyarakat untuk berobat. RSU Bunda Margonda merupakan rumah sakit yang dinaungi oleh Bundamedik Helathcare System, yaitu sebuah grup yang mengelola rumah sakit di beberapa daerah, Seperti RSIA Bunda Jakarta, RSUC BMC Padang.

RSU Bunda Margonda merupakan salah satu rumah sakit swasta terbesar di kota depok. RS Bunda selalu mengedepankan pelayanan terbaik kepada pasien. Pelayanan yang terdapat pada rumah sakit ini yaitu rawat jalan, rawat inap, unit gawat darurat 24 Jam, Apotek 24 Jam, ICU, laparoscopy, CT scan, neonatal intensive care unit, dan fasilitas lain yang berstandar internasional.

Saturday, March 28, 2015

Fakta Sebagai Unsur Dasar Penalaran Ilmiah

Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).Sedangkan hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Penalaran ada dua jenis, antara lain :

1.Penalaran Deduktif
deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.Penalaran deduktif menggunakan bentuk bernalar deduksi. Deduksi yang berasal dari kata de dan ducere, yang berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum atau universal. Perihal khusus tersebut secara implisit terkandung dalam yang lebih umum. Maka, deduksi merupakan proses berpikir dari pengetahuan universal ke singular atau individual.
Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut. Artinya, apa yang dikemukakan dalam kesimpulan sudah tersirat dalam premisnya. Jadi, proses deduksi sebenarnya tidak menghasilkan suatu konsep baru, melainkan pernyataan atau kesimpulan yang muncul sebagai konsistensi premis-premisnya.
Contoh klasik dari penalaran deduktif:
Semua manusia pasti mati (premis mayor)
Sokrates adalah manusia. (premis minor)
Sokrates pasti mati. (kesimpulan)
Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif.

2. Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi.
Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Generalisasi adalah proses berpikir berdasarkan hasil pengamatan atas sejumlah gejala dan fakta dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.
Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin.)
Bola biliar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak.)
untuk membedakan preposisi umum seperti:
Semua es dingin.
Semua bola biliar bergerak ketika didorong tongkat.
Induksi kuat:
Semua burung gagak yang kulihat berwarna hitam.
Induksi lemah:
Aku selalu menggantung gambar dengan paku.
Banyak denda mengebut diberikan pada remaja.
Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.
Ada tiga jenis penalaran induktif :

A. Generalisasi

Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
Contoh penakaran Generalisasi;
Pemakaian bahasa Indonesia di seluruh daerah di Indonesia dewasa ini belum dapat dikatak seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihat dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa Indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.

B. Analogi

Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Kita dapat menarik kesimpulan bahwa jika sudah adapersamman dalam berbagai segi, ada persamaan pula dalam bidang yang lain.
Contoh penalaran Analogi:
Kita banyak tertarik dengan planet Mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dsan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atmosfer seperti bumi. Temperaturnya hampir sama dengan temperatur Bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada juga. Caranya beredar mengelilingi matahari meyebabkan pula timbulnya musim seperti di Bumi. Jika di bumi ada makhluk hidup, tidakkah mungkin ada makhluk hidup di planet Mars.

C. Hubungan Sebab Akibat

Hubungan sebab akibat dimulai dari beberapa fakta yang kita ketahui. Dengan m,enghubungkan fakta yang satu dengan fakta yang lain, dapatlah kita sampai kepada kesimpulan yang menjadi sebab dari fakta itu atau dapat juga kita sampai kepada akibat fakta itu.
Contoh penalaran hubungan akibat sebab:
Dewasa ini kenakalan remaja sudah menjurus ke tingkat kriminal. Remaja tidak hanya terlibat dalam perkelahian-perkelahian biasa, tetapi sudah berani menggunakan senjata tajam. Remaja yang telah kecanduan obat-obat terlarang tidak segan-segan merampok bahkan membunuh. Hal ini selain disebabkan kurangnya oerhatian dari orang tua dan pengaruh masyarakat, pengaruh televisi dan film cukup besar.

Salah Nalar
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai, yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas, pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilan konklusi pasangan.


Terdapat 2 macam salah nalar, antara lain :

A. Kesalahan deduktif
- Dalam cara berpikir deduktif kesalahan yang biasa terjadi ialahkesalahan premis mayor yang tidak dibatasi.
- Kesalahan term ke empat. Dalam hal ini term tengah dalam premis minor tidak merupakan bagian dari term mayor pada premis mayor atau memang tidak ada hubungan antara kedua pernyataan.
- Kerap terjadi kesalahan berupa kesimpulan terlalu luas / kesimpulan lebih luas daripada premis. Premis mayor partikular dan kesimpulan merupakan universal.
- Kesalahan deduktif selanjutnya ialah kesimpulan dari  premis-premis negatif.

B. Kesalahan induktif
- Generalisasi terlalu luas.
- Hubungan sebab akibat yang tidak memadai. Hal ini mungkin terjadi karena suatu akibat dihubungkan dengan penyebab berdasarkan kepercayaan atau takhayul atau kaena penulis atau pembaca menganggap suatu kontribusi sebagai penyebab utamanya.
- Kesalahan analogi. Kesalahan ini terjadi bila dasar analogi induktif yang dipakai tidak merupakan ciri esensial kesimpulan sarjana biologi berdasarkan persamaan sistem pencernaannya, merupakan contoh kesalahan analogi. Dasar analoginya (sistem pencernaan) tidak merupakan ciri esensial dari kesimpulan (dapat dididik menjadi sarjana).

KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi. Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Sedangkan penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.

Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://itachristianna.blogspot.com/2013/04/bahasa-indonesia-penalaran-deduktif-dan.html
http://www.perkuliahan.com/makalah-kalimat-deduktif-induktif-bahasa-indonesia/#ixzz1pRmbONbr

Monday, November 17, 2014

Keluarga Bagi Hidup Saya


Keluarga adalah orang yang paling dekat dengan kehidupan kita. Tanpa adanya keluarga, hidup kita akan terasa hampa dan sunyi. Keluarga sangat berperan penting dalam perkembangan hidup kita. Karena dari keluargalah kita mendapatkan kasih sayang, perhatian, motivasi hidup dan pembentukan kepribadian dalam diri kita.
    Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pentingnya keluarga bagi hidup saya.
    Keluarga bagi saya merupakan segalanya. Karena dari keluargalah saya pertama kali mendapatkan hal positif dalam hidup seperti motivasi belajar, motivasi hidup, pembentukan kepribadian, kasih sayang dan nasihat yang membangun diri saya agar menjadi pribadi yang lebih baik. Dan keluargalah yang mendorong saya kuliah di pulau Jawa agar saya hidup mandiri dan terbiasa dengan rutinitas yang sangat padat.
    Meskipun saat ini saya jauh dari keluarga, keluarga tetap berperan dalam menunjang kehidupan saya selama kuliah. Keluarga tetap memotivasi dan memberikan pesan agar saya kuliah dengan baik dan menjaga diri selama jauh dari keluarga. Karena keluarga saya berharap bahwa saya harus berhasil dalam kehidupan dan dapat menjadi kebanggan keluarga di masa depan.
    Demikian kisah mengenai peranan keluarga di dalam kehidupan saya.

Monday, October 20, 2014

Soulmate

    Pada kesempatan kali ini,saya akan bercerita tentang soulmate.Saya mempunyai dua orang soulmate.Mereka adalah Aryo Ramadhan Saputro dan Denny Prasetyo Pasomba.Mereka berdua adalah mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan Teknik Arsitektur.Awal perkenalan saya dengan mereka adalah pada saat saya satu kostan dengan mereka.pada awalnya saya menilai mereka biasa-biasa saja.Tetapi setelah saya berinteraksi dengan mereka,mereka orangnya asik juga.Malah diluar dugaan saya,mereka suka membuat lelucon-lelucon yang bisa mengocok perut.

    Saat masih satu kostan,kami saling mengingatkan,saling membantu bila salah satu diantara kita mengalami kesusahan.Misalnya sakit,butuh pertolongan dalam hal lain,dan sebagainya.Kami hampir selalu menghabiskan kegiatan di kostan secara bersama-sama.Mulai dari makan bersama,mengerjakan tugas kampus bersama meskipun tugas kami sangat jauh berbeda,nonton bola bareng,canda tawa,sampai jalan-jalan malam sambil melepas penat.

    Selain itu,saya juga sering bertukar pikiran dengan mereka.Baik itu dalam hal perkuliahan ataupun hal-hal yang berbau kehidupan sehari-hari.Kami juga saling terbuka dengan hal-hal yang berbau anak muda,seperti percintaan,masalah wanita,kenakalan masa lalu,dan kenangan semasa sekolah.

    Di dalam pertemanan ini kami jarang berselisih.Meskipun ada terselip sedikit perselisihan,tetapi hal tersebut cepat selesai.Dan suasana pun kembali cair.Sepanjang hari kami selalu bercanda,saling melempar lelucon.Membuat hari-hari saya menjadi berwarna bersama mereka.

    Kami selalu menghabiskan akhir pekan dengan beberes kamar.apabila saya membereskan kamar,mereka ikut membantu.Begitu juga sebaliknya.Setelah itu,kami pergi jalan-jalan yang tempatnya tidak direncanakan.Lalu kami bersantai sambil ngobrol mengenai segala hal.

    Waktupun berlalu.Pada suatu hari,saya pindah kostan hanya karena pemilik kostan yang lama suka bertindak tidak baik.Saya hanya melihat dari aspek itu.Tetapi saya tidak memikirkan dua teman saya yang setiap hari selalu membuat hidup saya berwarna.Pada saat saya pamitan mau pindah kostan,kedua teman saya kaget.Saya tahu mereka pasti kecewa dengan sikap saya.Tetapi saya sudah membuat keputusan kalau saya ingin pindah.Setelah pamit,saya lalu pergi meninggalkan mereka.

    Pada minggu pertama di kostan baru,saya biasa-biasa saja.tetapi lama-kelamaan,saya merasa jenuh.Karena saya terbiasa dengan kehidupan yang penuh dengan canda tawa.Saya sempat merenungkan apa yang sudah saya perbuat terhadap kedua teman saya.Setelah semalaman saya merenung,esok harinya saya bbm kedua teman saya karena saya ingin bertemu mereka.Dan pada hari itu juga,kami bertemu.Disaat bertemu,saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada mereka.Karena saya sudah meninggalkan mereka karena suatu hal yang saya tanggapi dengan emosi.Memang ini kesalahan saya.Tapi hal ini seharusnya tidak terjadi jika saya bisa berpikir lebih jernih.

    Setelah bertemu,kami pulang ke kediaman masing-masing untuk melanjutkan aktivitas.Selepas pertemuan itu,saya berjanji untuk selalu tetap berkomunikasi dengan mereka bila ada waktu,dan mengunjungi mereka bila ada waktu luang.

    Setelah sekian lama,kami tetap saling komunikasi,saling mengunjungi,dan canda tawa yang dahulu kami lakukan masih tetap sampai sekarang.

    Demikian kisah soulmate dalam kehidupan saya.Semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari kisah ini.


“JANGAN MENINGGALKAN SAHABATMU KARENA SUATU HAL.JIKA KAU MENIGGALKANNYA,MAKA SUASANA HIDUPMU TAK SEINDAH KETIKA ENGKAU MASIH BERSAMA MEREKA”

Sunday, October 19, 2014

Perilaku Konsumen (Review Jurnal Mengenai Perilaku Konsumen)

PENDAHULUAN

    Jika kita membahas mengenai perilaku konsumen,maka akan terpikir bagaimana implikasinya terhadap langkah-langkah strategi pemasaran.Dalam artian lain,mempelajari perilaku konsumen bertujuan untuk mengetahui dan memahami aspek-aspek yang ada pada konsumen.Aspek-aspek ini digunakan untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif.

    Dalam konsep pemasaran,konsumen djiadikan sentra perhatian.Setidaknya ada dua alasan mengapa perilaku konsumen harus dipelajari:
Pertama,konsumen adalah sentral titik perhatian pemasaran.Misalnya ketika pemasar merupakan sebagian kecil dari suatu populasi,dan memiliki karakteristik yang khusus,maka upaya-upaya pemasaran produk bisa diarahkan dan difokuskan ke kelompok tersebut.
Kedua,keadaan pada saat ini menunjukkan bahwa lebih banyak produk yang ditawarkan daripada permintaan.Kelebihan penawaran ini menyebabkan banyak produk yang tidak laku atau tidak digunakan oleh konsumen.Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor,seperti kualitas barang yang tidak layak,tidak memenuhi ekspektasi konsumen,dan konsumen tidak mengetahui keberadaan produk tersebut.

    Selain itu,mempelajari perilaku konsumen memberikan beberapa manfaat.Menurut Mowen (1995),manfaat mempelajari perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
1.Membantu para manajer dalam mengambil keputusan (Decision Making)
2.Memberikan pengetahuan kepada peneliti pemasaran dengan dasar pengetahuan analisis konsumen
3.Membantu legislator dan regulator dalam menentukan hukum dan peraturan mengenai pembelian dan penjualan barang/jasa
4.Membantu konsumen dalam menentukan keputusan pembelian yang terbaik

    Perilaku konsumen dalam memilih dan membeli tidak terlepas dari suatu produk yang akan dibeli.Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan,diminta,dicari,digunakan,atau dikonsumsi sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.

SEGMENTASI PASAR dan ANALISA DEMOGRAFI

    Segmentasi pasar merupakan suatu langkah awal pemasaran untuk mengkategorikan konsumen yang ada di pasar dan memilih salah satu dari kategori tersebut untuk dijadikan target pemasaran.

Manfaat dari segmentasi pasar sendiri adalah sebagai berikut:
1.Untuk mengidentifikasi pengembangan produk baru
2.Membantu mendesain program pemasaran yang paling efektif
3.Memperbaiki strategi sumber daya pemasaran

    Selain itu,segmentasi pasar juga memiliki beberapa kelemahan,antara lain:
1.Biaya produksi akan lebih tinggi,karena jangka waktu proses produksi lebih pendek
2.Biaya penelitian akan bertambah searah dengan banyaknya segmen pasar yang ditetapkan
3.Biaya promosi menjadi lebih tinggi,ketika beberapa media tidak memberikan diskon
4.Kemungkinan akan menghadapi kompetitor yang menetapkan segmen serupa.

Jenis-Jenis Segmentasi

1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi,seperti negara,propinsi,kabupaten,kota,wilayah,daerah atau kawasan.
2.Segmentasi Demografi
Segmentasi ini membagi pasar berdasarkan umur,jenis kelamin,jumlah anggota keluarga,siklus kehidupan seperti anak-anak,remaja,dewasa,kawin/belum kawin,dsb.Dapat juga berorientasi pada tingkat penghasilan,pendidikan,jenis pekerjaan,pengalaman,agama,dan keturunan.
3.Segmentasi Psikografi
Segmentasi ini membagi pembeli berdasarkan kelompok-kelompok,yaitu status sosial,gaya hidup,dan kepribadian.
4.Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi ini mengelompokkan pembeli berdasarkan pengetahuan,sikap,penggunaan atau reaksi terhadap suatu produk.

Analisa Demografi

    Analisa demografi bertujuan untuk mengetahui trend demografis produk yang dipasarkan.Data dalam demografi pemasaran terdiri dari usia,ras,jenis kelamin,pekerjaan,pendapatan,mobilitas,kepemilikan rumah,lokasi,status,dan tingkat pendidikan.Jika deomgrafi konsumen telah dilakukan,maka langkah yang selanjutnya dilakukan adalah melakukan analisa demografi.

    Analisa demografi memiliki bebebrapa manfaat,antara lain:
1.Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu
2.Menjelaskan pertumbuhan penduduk pada masa lalu,kecenderungannya,dan persebaran dengan sebaik-baiknya dengan data yang ada
3.Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan aspek organisasi sosial,ekonomi,budaya,lingkungan,dan lain-lain
4.Memprediksikan pertumbuhan penduduk pada masa yang akan datang dan kemungkinan konsekuensinya

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN

    Seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan,yaitu:
1.Pengenalan Masalah
Pembelian produk yang dilakukan konsumen adalah solusi atas permasalahan yang dihadapinya.Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul,konsumen tidak dapat menentukan produk apa yang harus ia beli
2.Pencarian Informasi
Setelah si konsumen memahami masalah yang ada,konsumen akan mencari informasi untuk menyelesaikan masalah yang ada melalui memori internal dan pengalaman orang lain
3.Mengevaluasi Alternatif
Setelah mendapatkan informasi,konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk menyelesaikan permasalahan yang ada
4.Keputusan Pembelian
Setelah konsumen melakukan evaluasi alternatif yang ada,maka konsumen akan melakukan keputusan pembelian.Terkadang waktu yang diperlukan antara membuat keputusan dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama karena adanya hal-hal yang perlu dipertimbangkan
5.Evaluasi Pasca Pembelian
    Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen apakah produk tersebut sesuai dengan ekspektasinya.Dalam hal ini,terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen

    Keputusan digolongkan sebagai berikut:
1.Keputusan terprogram/terstruktur,yaitu keputusan yang berulang-ulang dan rutin.Contoh:Pemesanan barang,keputusan penagihan piutang,dll
2.Keputusan setengah terprogram,yaitu keputusan yang sebagian bisa diprogram,dan sebagian tidak terprogram.Keputusan ini biasanya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan serta analisis yang terperinci.Contoh:Keputusan membeli sistem komputer yang lebih canggih
3.Keputusan tidak terprogram,yaitu keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi.

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN dan SETELAH PEMBELIAN

1.Kriteria Evaluasi
   
    Kriteria evaluasi adalah atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternatif-alternatif pilihan.Kriteria ini muncul dalam banyak bentuk.Misalnya,dalam membeli mobil konsumen akan mempertimbangkan beberapa faktor seperti keselamatan,keandalan,harga,nama merk,negara asal,garansi,dan pemakaian bensin per kilometer.Konsumen mungkin mempertimbangkan kriteria lainnya seperti prestise,status,kegairahan dan kesenangan.

2.Penentuan Alternatif Pilihan

    Konsumen tidak hanya memutuskan kriteriayang digunakan dalam evaluasi alternatif,tetapi juga menentukan alternatif-alternatif yang darinya dibuat.Dalam penentuan alternatif pilihan,terdapat beberapa pertimbangan,yaitu:
1)Menyusun perangkat pertimbangan
2)Pengaruh dari perangkat pertimbangan

3.Menaksir Alternatif Pilihan

1)Pemakaian pengisolasian,yaitu pembatasan untuk nilai atribut yang dapat diterima.Salah satu contohnya adalah harga.Konsumen memiliki cakupan hargayang sudah ditetapkan.jika harga diluar cakupan,maka konsumen tidak mau menerima
2)Pemakaian Isyarat.Dalam hal ini,konsumen menggunakan harga sebagai isyarat kualitas dan tidak bersedia menggunakan produk berkulaitas rendah.

4.Menyeleksi Aturan Pengambilan Keputusan

1)Kaidah keputusan non kompensasi:diartikan dengan kenyataan bahwa kelemahan suatu produk tidak dapat diimbangi oleh kekuatan pada produk yang lain.Jenis kaidah non kompensasi adalah leksikografik,penghapusan menurut aspek dan konjungtif
2)Kaidah keputusan kompensasi:dalam strategi kompensasi,kelemahan didasarkan pada suatu produk diimbangi atau dikompensasikan oleh kekuatan yang dirahasiakan pada produk lain.Jenis kaidah kompensasi adalah penambahan sederhana dan penambahan tertimbang
3)Kaidah keputusan konstruktif:Konsumen mengembangkan kaidah keputusan konstruktif dengan menggunakan operasi pemrosesan dasar yang ada di dalam ingatan yang dapat menampung situasi pilihan bersangkutan.

Tuesday, May 20, 2014

Politik & Strategi Nasional

Pengertian Politik Strategi dan Polstranas

Kata politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/ berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan. Dari segi kepentingan penggunaan, kata politik menpunyai arti yang berbeda-beda. Untuk lebih memberikan pengertian arti politi disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu :
a. Dalam arti kepentingan umum (politics)
Politik dalam arti kepentingan umum adalah segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di pusat maupun di daerah.
b. Dalam arti kebijaksanaan (policy)
Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara.

Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan umum dan distribusi. Strategi berasl dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Strategi nasional disusun untuk melaksanakn politik nasional, misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Landasan pemikiran dalam manajemen nasional sanagat penting sebagai kerangaka acuan dalam penyusunan poitik strategi nasional, karena didalamnya terkandung dasar negara, cita-cita nasional dan konsep strategi bangsa Indonesia.

Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Politik strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 195. Sejak tahun 1985 berkembang pendapat yang mengatakan bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga negaa yang diatur dalam UUD 1945 merupakan suprastruktur politik, lembaga-lembaga terebut adalah MPR, DPR, Presiden, BPK, dan MA. Sedangkan badan-badan yang berada di dalam masyarakat seperti paratai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

Mekanisme penyusunan politik strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden, dalam hal ini Presiden bukan lagi sebagai mandataris MPR sejak pemilihan Presiden secara langsung oleh rakyat pada tahun 2004. Karena Presiden dipilih langsung oleh rakyat maka dalam menjalankan pemerintahan berpegang pada visi dan misi Presiden yang disampaikan pada waktu sidang MPR setelah pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji Presiden/Wakil Presiden. Visi dan Misi inilah yang dijadikan politik dan strategi dalam menjalankan pemerintahan dan melaksanakan pmbangunan selam lima tahun.

Stratifikasi Politik Nasional

Stratifikasi politik nasional dalam negara Republik Indonesia adalah sebgai berikut :

1. Tingkat penentu kebijakan puncak
Meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan undang-undang dasar. Menitik beratkan pada masalah makro politik bangsa dan negara untuk merumuskan idaman nasional berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. Kebijakan tingkat puncak dilakukan oleh MPR. Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum pada pasal 10 sampai 15 UUD 1945, tingkat penentu kebijakan puncak termasuk kewenangan Presiden sebagai kepala negara. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negara dapat berupa dekrit, peraturan atau piagam kepala negara.
2. Tingkat kebijakan umum
Merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak, yang lingkupnya menyeluruh nasional dan berisi mengenai masalah-masalah makro strategi guna mencapai idaman nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.
3. Tingkat penentu kebijakan khusus
Merupakan kebijakan terhadap suatu bidang utama pemerintah. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan umum guna merumuskan strategi, administrasi, sistem dan prosedur dalam bidang tersebut. Wewenang kebijakan tingkat di atasnya.
4. Tingkat penentu kebijakan teknis
Kebijakan teknis meliputi kebijakan dalam satu sektor dari biang utama dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana, program dan kegiatan.
5. Tingkat penentu kebijakan di daerah
Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak pada Gubernur dalam kedudukannnya sabagai wakil pemerintah pusat di daerahnya masing-masing. Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. Kebijakan tersebut berbentuk Peraturan Daerah (Perda) tinkat I atau II. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang, jabatan Gubernur/Kepala Daerah tingkat I, Bupati/Kepala Daerah tingkat II atau Walikota/Kepala Daerah tingkat II.

Politik Pembangunan Nasional dan Manajemen Nasional

Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Tujuan politk bangsa Indonesia harus dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia, untuk itu pembangunan di segala bidang perlu dilakukan. Dengan demikian pembangunan nasional harus berpedoman pada Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4.

Otonomi Daerah

Konsep otonomi luas, nyata, dan bertanggung jawab tetap seperti yang dirumuskan saat ini yaitu memberdayakan daerah, termasuk masyarakatnya, mendorong prakarsa dan peran serta, masyarakat dalam proses pemerintahan dan pembangunan.
Pemerintahan juga tidak lupa untuk lebih meningkatkan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas penyelanggaraan fungsi-fungsi seperti pelayanan, pembangunan dan perlindungan terhadap masyarakat dalam ikatan NKRI. Asas-asas penyelenggaraan pemerintahan seperti desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan, diselenggarakan secara proposional sehingga saling menjunjung.

Melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Komisi Pemilihan Umum Daerah(KPUD) provinsi, kabupaten, dan kota diberikan kewenangan sebagai penyelenggara pemilihan kepala daerah. Agar penyelenggaraan pemilihan dapat berlangsung dengan baik, maka DPRD membentuk panitia pengawasan. Kewenangan KPUD provinsi, kabupaten, dan kota dibatasi sampai dengan penetapan calon terpilih dengan berita acara yang selanjutnya KPUD menyerahkan kepada DPRD untuk diproses pengusulannya kepada Pemerintah guna mendapatkan pengesahan.

Dalam UU No.32 Tahun 2004 terlihat adanya semangat untuk melibatkan partisipasi publik. Di satu sisi, pelibatan publik(masyarakat) dalam pemerintahan atau politik lokal mengalami peningkatan luar biasa dengan diaturnya pemilihan kepala daerah(Pilkada) langsung. Dari anatomi tersebut, jelaslah bahwa revisi yang dilakukan terhadap UU No.22 Tahun 1999 dimaksudkan untuk menyempurnakan kelemahan-kelemahan yang selama ini muncul dam pelaksanaan otomoni daerah. Sekilas UU No.32 Taun 2004 masih menyisakan banyak kelemahan, tetapi harus diakui pula banyak peluang dari UU tersebut untuk menciptakan good govemance(pemerintahan yang baik).

Implementasi Politik dan Strategi Nasional

Implementasi politik dan strategi national di bidang hukum:
1. Mengembangkan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum.
2. Menata sistem hukum nasional yang menyelutuh dan terpadu dengan mengakui dan menghormati hukum agama dan hukum adat serta mempebaharui perundang-undangan warisan colonial dan hukum nasional yang diskriminatif, termasuk ketidakadilan gender dan ketidaksesuaianya dengan reformasi melalui program legalisasi.
3. Menegakkan hukum secara konsisten untuk lebih menjamin kepastian hukum, keadilan dan kebenaran, supremasi hukum, serta menghargai hak asasi manusia.
4. Melanjutkan ratifikasi konvensi internasional terutama yag berkaitan dengan hak asasi manusia sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan bangsa dalam bentukn undang-undang.
5. Meningkatkan integritas moral dan keprofesionalan aparat penegak hukum.
6. Mewujudkan lembaga peradilan yang mandiri dan bebas.
7. Mengembangkan peraturan perundang-undangan yang mendukung kegiatan perekonomian.
8. Menyelenggarakan proses peradilan secara cepat, mudah, murah dan terbuka serta beba korupsi.
9. Meningkatkan pemahaman dan penyadaran.
10. Menyelesaikan berbagai proses peradilan terhadap pelanggaran hukum dan asai manusia yang belum ditangani secara tuntas.

Implemetasi politk strategi nasional dibidang ekonomi.
1. Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat.
2. Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil.
3. Mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar.
4. Mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan atas kemanusiaan yang adil bagi masayarakat,.
5. Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi.
6. Mengelola kebijakan makro dan mikro ekonomi secara terkoordinasi dan sinergis.
Implementasi politik strategi nasional di bidang politik
1. Memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertumpu pada kebhinekatunggalikaan.
2. Menyempurnakan Undang–Undang Dasar 1945 sejalan dengan perkembangan kebutuhan bangsa, dinamika dan tuntutan reformasi,.
3. Meningkatkan peran Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan lembaga–lembaga tinggi negara lainnya dengan menegaskan fungsi, wewenang dan tanggung jawab.
4. Mengembangkan sistem politik nasional yang berkedudukan rakyat demokratis dan terbuka.
Implementasi di bidang pertahanan dan keamanan.
• Menata Tentara Nasional Indonesia sesuai paradigma baru.
• Mengembangkan kemampuan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang bertumpu pada kekuatan rakyat dengan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Repuiblik Indonesia sebagai kekuatan utama.
• Meningkatkan kualitas keprofesionalan Tentara Nasional Indonesia, meningkatkan rasio kekuatan komponen utama serta mengembangkan kekuatan pertahanan keamanan nega
• Menuntaskan upaya memandirikan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka pemisahan dari Tentara Nasional Indonesia secara bertahap dan berlanjut.

Daftar Pustaka :
http://andri94yana.blogspot.com/2012/05/politik-dan-strategi-nasional.html

Wawasan Nasional Indonesia

Pengertian Wawasan Nasional Indonesia

Kata wawasan berasal dari bahasa jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang.Jadi, kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunanya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

Dengan demikian,wawasan nasional Indonesia adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

Dasar Pemikiran Wawasan Nasional Indonesia

Bangsa Indonesia dalam menentukan wawasan nasional mengembangkan dari kondisi nyata. Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan dari bangsa Indonesia yang terdiri dari latar belakang sosial budaya dan kesejarahaan Indonesia.
Untuk itu pembahasan latar belakang filosofi sebagai dasar pemikiran dan pembinaan nasional Indonesia ditinjau dari:

1.Pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila
Wawasan Nasional merupakan pancaran dari Pancasila oleh karena itu menghendaki terciptanya persatuan dan kesatuan dengan tidak menghilangkan cirri, sifat dan karakter dari kebhinekaan unsur-unsur pembentuk bangsa (suku bangsa,etnis dan golongan).

2.  Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan
Dalam kehidupan bernegara, geografi merupakan suatu fenomena yang mutlak di perhatikan dan diperhitungkan baik fungsi maupun pengaruhnya terhadap sikap dan tata laku Negara yang bersangkutan.

3. Pemikiran berdasarkan aspek Sosial Budaya
Budaya/kebudayaan secara etimologis adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia.Kebudayaan diungkapkan sebagai cita, rasa dan karsa (budi, perasaan dan kehendak).Sosial budaya adalah faktor dinamik masyarakat yang terbentuk oleh keseluruhan pola tingkah laku lahir batin yang memungkinkan hubungan sosial diantara anggota-anggotanya.

4.Aspek Sejarah
Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.

Implementasi Wawasan Nasional Indonesia

Implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok.Dengan kata lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara.Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh sebagai berikut :
1. Wawasan Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila
Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang.
Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.

2. Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional

a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi melalui politik luar negeri yang bebas aktif. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Hal tersebut tampak dalam wujud pemerintahan yang kuat aspiratif dan terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.

b. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi

Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Di samping itu, implementasi wawasan nusantara mencerminkan tanggung jawab pengelolaa sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antar daerah secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri.
1) Kekayaan di wilayah nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata.
2) Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi di seluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang memiliki daerah masing-masing.
3) Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

c. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya

Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia Tuhan. Implementasi ini juga akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedakan suku, asal usul daerah, agama, atau kepercayaan,serta golongan berdasarkan status sosialnya. Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu kesatuan dengan corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Budaya Indonesia tidak menolak nilai-nilai budaya asing asalkan tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa sendiri dan hasilnya dapat dinikmati.

d. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan keamanan

Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan pertahanan dan keamanan akan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa, yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa serta bela negara ini menjadi modal utama yang akan mengerakkan partisipasi setiap warga negara indonesia dalam menghadapi setiap bentuk ancaman antara lain :
1) Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya adalah ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
2) Tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

3. Penerapan Wawasan Nusantara

a. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan wawasan nusantara. Khususnya di bidang wilayah. Adalah diterimanya konsepsi nusantara di forum internasional. Sehingga terjaminlah integritas wilayah territorial Indonesia. Laut nusantara yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia.

b. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang lingkup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang mencakup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.

c. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional terutama negara tetangga yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.

d. Penerapan wawasan nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, komunikasi dan transportasi.

e. Penerapan di bidang sosial dan budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas pancasila.

f. Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.

4. Hubungan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional

Dalam penyelenggaraan kehidupan nasional agar tetap mengarah pada pencapaian tujuan nasional diperlukan suatu landasan dan pedoman yang kokoh berupa konsepsi wawsan nasional untuk mewujudkan aspirasi bangsa serta kepentingan dan tujuan nasional.
Wawasan nasional bangsa Indonesia adalah wawasan nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa wawasan nusantara dan ketahanan nasional merupakan dua konsepsi dasar yang saling mendukung sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap jaya dan berkembang seterusnya.

Daftar Pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara
http://yogianggr.blogspot.com/2013/05/dasar-pemikiran-wawasan-nasional.html
http://dwi212.blogspot.com/2013/04/kedudukan-fungsi-dan-tujuan-wawasan.html